Kamis, 06 November 2008

"Siapa di Luar Yang Mengetuk Pintu?"


"Siapa di luar yang mengetuk pintu?" tiba-tiba terdengar pertanyaan dari dalam, suara lembut namun nyaring dan mengejutkan hatiku sendiri. Walaupun sebelumnya aku mengharapkan memperoleh jawaban yang pasti, namun siapakah dia?.

"Aku... eh, yang kemarin itu lho...," ujar seorang laki-laki yang memang di kenal sebelumnya, yang tetap berusaha untuk masuk melalui celah pintu hatiku. Sekecil apapun, mereka akan..?

Hening sejenak, lalu suara hatiku bertanya lagi. "Apa kehendakmu?" ,

"Saya…..????” Jawabnya, tanpa berani menyebutkan kemauannya secara jelas, yang mungkin oleh temannya telah dipesan agar dia tidak memperkenalkan apa maksud sesungguhnya. Seolah mereka telah bersepakat untuk menyembunyikan kehadirannya jika ingin berusaha mengetuk-ngetuk pintu hati yang sudah padat ini.

Kejadian ini kerap berulang-ulang terjadi, jadi semakin seringlah aku mendongakkan kepala ini dan berkata, "Siapa di luar yang mengetuk pintu?".

Dan akhirnya, "Tanpa jawaban yang jelas......!" SIAPAKAH?

Daun pintu berderit dan aku melangkah mundur. Ketika daun pintu terbuka, muncullah seorang laki-laki dan aku memandang dengan mata terbelalak, tertegun karena kagum dan heran. Dan kali ini, sama sekali tidak seperti yang diduganya, dia adalah..(#@#$$$$$@@@#@!?*^&%$$S@@@@#!!?)...............?

5 komentar:

ipanks mengatakan...

ini ada apa y?kok ada yg ketuk2 pintu

dedi mengatakan...

dia adalah...........
Pak RT.....
coz nagih iuran keamanan ya???...

hehehe kidding mbak....

Bazoekie mengatakan...

siapa sih malam-malam ketuk2 pintu..
sepertinya pernah ada lagu dangdut dengan lirik itu.
oh iya ine sintya ya...?
he2..piss

Nunung Mulyani mengatakan...

waaak kirain ada hantu ketok2 pintu.. wah sapa ya? :).. o ya lam kenal yach :)

nirmana mengatakan...

saya yang malam2 mengetuk pintumu, pintu rumah yang nyaman ini.

masihkah ada tempat untuk diriku bertukar link?

Mengenai-Ku

Foto saya
Negara, Bali, Indonesia
Aku menangis namun tetap tersenyum, walau duka dan suka memang seirama dengan jalan hidup keluarga kecilku yang amat sederhana. Nyanyian rintihanku adalah melihat sosok seorang ayah yang telah lama meninggalkanku. Peluklah aku Ayahhh..kurindu belaian kasihmu kurindu canda tawa dan dekapan mesra sosok ayahku yang lama hilang!!! Hanya sosok ibulah harapan itu aku sandarkan. Dan rasa syukur senantiasa membuahkan bukti cinta kasih yang tulus, dan hanya bakti suci kupersembahkan kepadamu ibu..??

SingSong

Pukul

Ibu Ku

Ibu Ku
Satu-satunya Permata Hidupku!